Senin, 30 April 2012

RANGKUMAN BAB III



Setiap bangsa sudah pasti mempunyai cita-cita yang ingin diwujudkan dalam hidup dan kehidupan nyata. Cita-cita itu merupakan arahan dan atau  tujuan yang sebenar-benarnya dan mempunyai fungsi sebagai penentu arah dari tujuan nasionalnya. Namun demikian, pencapaian cita-cita dan tujuan nasional itu bukan sesuatu yang mudah diwujudkan karena dalam perjalanannya ke arah itu akan muncul energi baik yang positif maupun negatif  yang memaksa suatu bangsa untuk mencari solusiterbaik, terarah, konsisten, efektif, dan efisien. Upaya pencapaian ketahanan nasional sebagai pijakan tujuan nasional yang disepakati bersama didasarkan pada pokok-pokok pikiran berikut:
1.      Manusia Berbudaya
Manusia adalah mahluk Tuhan yang pertama-tama berusaha menjaga, mempertahankan eksistensi dan kelangsungan hidupnya. Oleh karena itu, manusia berusaha memenuhi kebutuhan hidupnya dari yang paling pokok sampai yang paling mutakhir baik yang bersifat materi maupun kejiwaan.
2.      Tujuan Nasional,Falsafah Bangsa dan ldeologi Negara
Tujuan nasional menjadi pokok pikiran dalam ketahanan nasional karena suatu organisasi apapun bentuknya dalam proses kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkannya akan selalu berhadapan dengan masalah-masalah yang internal dan ekternal, demikian pula dengan negara dalam mencapai tujuannya. Oleh karena itu, dibutuhkan suatu situasi dan kondisi yang siap untuk menghadapinya. Untuk Indonesia, falsafah dan ideologi menjadi pokok pikiran ketahanan nasional diperoleh dariPembukaan UUD 1945 yang terdapat pada alinea satu sampai empat

Ketahanan Nasional pastinya mempunyai rumusan dengan pengertian yang baku dalam upayanya menghadapi dinamika perkembangan dunia   dari masa ke masa. Kepastian itu   menjadi keharusan karena dipakai sebagai titik dasar atau titik tolak untuk gerak implemetasi/penerapan di dalam hidup dan kehidupan masyarakat berbangsa dan bernegara. Oleh karena itu, Ketahanan Nasional adalah kondisi hidup dan kehidupan   nasional yang harus senantiasa diwujudkan dan dibina secara terus-menerus secara sinergi
Asas Ketahanan Nasionallndonesia adalah tata laku yang didasari nilai-nilai yang tersusun berlandaskan Pancasila, UUD 1945 dan Wawasan Nasional yang terdiri dari:
1.         Asas Kesejahteraan dan Keamanan
2.         Asas komprehensifintergralatau menyeluruh terpadu
3.         Asas mawas ke dalam dan mawas ke luar
4.         Asas kekeluargaan
Ketahanan nasional memiliki sifat yang terbentuk dari nilai-nilai yang terkandung dalam landasan dan asas-asasnya, yaitu :
1.         Mandiri
2.         Dinamis
3.         Wibawa
4.         Konsultasi Dan Kerjasama


Pengaruh aspek ketahanan nasional pada kehidupan berbangsa dan bernegara:

1.         Pengaruh Aspek ldeologi
ldeologi  adalah  suatu  sistem  nilai  yang  merupakan  kebulatan ajaran  yang  memberikan motivasi. ldeologi besar yang ada di dunia adalah :
a.       Liberalisme
b.      Komunisme
c.       Faham Agama

2.         Pengaruh Aspek Politik
1.              Politik Dalam Negeri
Politik  dalam  negeri  adalah  kehidupan  politik  dan kenegaraan   berdasarkan  Pancasila dan UUD 1945 yang mampu menyerap aspirasi dan dapat mendorong partisipasi masyarakat dalam satu sistem, yang unsur­ unsurnya terdiri dari:
a.      Struktur Politik
b.     Proses Politik
c.     Budaya Politik
d.     Komunikasi Politik
2.             Politik Luar Negeri
Politik luar negeri adalah salah satu sarana pencapaian kepentingan nasional dalam pergaulan antar­ bangsa. Politik luar negeri Indonesia berlandaskan   pada Pembukaan UUD 1945 yakni melaksanakan   ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan  sosial serta anti penjajahan  karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

3.       Pengaruh PadaAspekEkonomi
Perekonomian adalah salah satu aspek kehidupan nasional yang berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan bagi masyarakat, meliputi produksi, distribusi serta konsumsi barang dan jasa. Usaha-usaha untuk meningkatkan   taraf hidup masyarakat secara individu maupun kelompok serta cara-cara yang dilakukan dalam kehidupan bermasyarakat untuk memenuhi kebutuhan.

4.       Pengaruh Pada aspek SosialBudaya
lstilah sosial budaya mencakup dua segi utama kehidupan bersama manusia yaitu segi sosial di mana manusia demi kelangsungan  hidupnya harus mengadakan   kerjasama  dengan manusia lainnya. Sementara itu, segi budaya merupakan keseluruhan tata nilai dan cara hidup yang manifestasinya tampak dalam tingkah laku dan hasil tingkah laku yang terlembagakan.
a.           Struktur Sosial di Indonesia
b.           Kondisi Sosial di Indonesia
   -    Kebudayaan Daerah
  -   Kebudayaan Nasional
   -     Kebudayaan dan Alam Lingkungan

5.       Pengaruh Pada Aspek Pertahanan dan Keamanan
Pertahanan dan keamanan Indonesia adalah kesemestaan daya    upaya seluruh rakyat   Indonesia sebagai satu sistem pertahanan dan keamanan dalam mempertahankan   dan mengamankan negara   demi kelangsungan hidup dan kehidupan bangsa dan Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Pertahanan dan keamanan dilaksanakan dengan menyusun, mengerahkan  dan mengerakkan seluruh potensi     nasional termasuk kekuatan   masyarakat di seluruh   bidang kehidupan nasional secara terintegasi dan terkoordinasi, yang diadakan oleh pemerintah dan negara Indonesia dengan TNI dan Polri sebagai inti pelaksana.

Kondisi kehidupan nasional merupakan pencerminan ketahanan nasional yang mencakup aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga ketahanan nasional adalah kondisi yang harus dimiliki dalam semua aspek kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara dalam wadah NKRI yang dilandasi   oleh landasan idiil Pancasila, landasan konstitusional UUD 1945, dan landasan visional Wawasan Nasional. Untuk mewujudkan keberhasilan ketahanan nasional diperlukan kesadaran setiap warga negara Indonesia, yaitu :

1.     Memiliki semangat perjuangan bangsa dalam bentuk perjuangan         non   fisik   yang   berupa   keuletan   dan ketangguhan yang tidak mengenal menyerah yang mengandung kemampuan mengembangkan kekuatan nasional dalam rangka menghadapi segala ancaman, gangguan, tantangan dan hambatan baik yang datang dari luar maupun dari dalam, untuk menjamin identitas, integritas, kelangsungan hidup bangsa dan negara serta perjuangan mencapai tujuan nasional.
2.   Sadar  dan  peduli  terhadap  pengaruh-pengaruh  yang timbul pada aspek ideologi, politik, ekonomi, sosial budaya dan pertahanan keamanan, sehingga setiap warga negara Indonesia baik secara individu maupun kelompok dapat mengeliminir pengaruh tersebut, karena bangsa Indonesia cinta damai  akan tetapi lebih cinta kemerdekaan. Hal itu tercermin akan adanya kesadaran bela negara dan cinta tanah air.

 Apabila  setiap warga  negara     Indonesia  memiliki semangat perjuangan bangsa dan sadar serta peduli terhadap pengaruh yang timbul dalam bermasyarakat, berbangsa dan bernegara serta dapat mengeliminir pengaruh-pengaruh tersebut, maka akan tercermin keberhasilan ketahanan nasional Indonesia. Untuk mewujudkan ketahanan nasional diperlukan suatu kebijakan umum dari pengambil kebijakan yang disebut Politik dan StrategiNasional(Polstranas).








Senin, 02 April 2012

RANGKUMAN BAB II


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman memerlukan perekat dalam menyatukan bangsa dan Negara guna menjaga keutuhan Negara. Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang terhubung serta pembangunannya dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional maupun global.
 Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh Negara yang bersangkutan.
1.                   Paham-paham kekuasaan
a.       Machiavelli (Abad XVII)
b.      Napoleon Bonaparte (Abad XVIII)
c.       Jendral Clausewitz (Abad XVIII)
d.      Fuerback dan Hegel (Abad XVII)
e.      Lenin (Abad XIX)
f.        Lucian W.Pye dan Sidney
2.                   Teori-teori Geopolitik (ilmu bumi politik)
a.       Frederich Ratzel
b.      Rudolf Kjellen
c.       Karl Haushofer
d.      Sir Halford Mackinder
e.      Sir Walter Releigh dan Alferd Thyer Mahan
f.        W.Mitchel, A Seversky, Giulio Douhet, J.F.C Fuller
g.       Nicholas J. Spykman
3.                   Dasar Pemikiran Wawasan Nasional Indonesia
a.       Pemikiran Berdasarkan Falsafah Pancasila
b.      Pemikiran Berdasarkan Aspek Kewilayahan
Luas wilayah Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Ini berarti luas wilayah laut Indonesia lebih dari dua setengah kali luas daratannya. Sesuai dengan hukum laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu zona laut territorial, zona landas kontinen dan zona ekonomi eksklusif.
c.       Pemikiran Berdasarkan Aspek Sosial Budaya
d.      Pemikiran Berdasarkan Aspek Kesejarahan

Wawasan nusantara menurut Prof. Dr. Wan Usman adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai dir dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Sementara menurut kelompok kerja LEMHANAS 1999 wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Unsur Dasar Wawasan Nusantara
a.       Wadah (Contour)
b.      Isi (Content)
c.       Tata Laku (Conduct)

Hakikat Wawasan Nusantara
Asas Wawasan Nusantara Terdiri Dari
a.       Kepentingan/Tujuan yang sama
b.      Keadilan
c.       Kejujuran
d.      Solidaritas
e.      Kerjasama
f.        Kesetiaan terhadap kesepakatan

Kedudukan Wawasan Nusantara fungsinya ialah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan.

Implementasi Wawasan Nusantara
a.       Implementasi Dalam Kehidupan Politik
b.      Implementasi Dalam Kehidupan Ekonomi
c.       Implementasi Dalam Kehidupan Sosial Budaya
Implementasi Dalam Kehidupan Pertahanan Dan Keamanan

Minggu, 18 Maret 2012

RANGKUMAN BAB I


Sejarah panjang perjuangan bangsa Indonesia dimulai dari era sebelum penjajahan sampai pada era mengisi kemerdekaan saat ini. Puncaknya yaitu ketika perjuangan bangsa Indonesia dengan semangat yang berapi-api membuahkan kemerdekaan untuk bangsa Indonesia pada 17 Agustus 1945. Nilai perjuangan dalam merebut kemerdekaan NKRI inilah yang perlu ditanamkan bagi seluruh rakyat Indonesia untuk memecahkan segala permasalahan di dunia ini. Namun perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut, yang diantaranya disebabkan oleh globalisasi. Di era globalisasi saat ini perjuangan yang diperlukan bukan lagi hanya dalam bentuk perjuangan fisik, namun perjuangan non fisik juga diperlukan. Yang dimaksud perjuagan non fisik yaitu perjuangan di bidang profesi masing-masing.
 Tujuan utama Pendidikan Kewarganegaraan adalah untuk menumbuhkan wawasan dan kesadaran bernegara. Pendidikan Kewarganegaraan yang berhasil akan membuahkan sikap mental yang cerdas, penuh rasa tanggung jawab dari Mahasiswa.
Bangsa Indonesia adalah sekelompok manusia yang mempunyai kepentingan yang sama dan menyatakan dirinya sebagai satu bangsa serta berproses di dalam satu wilayah Nusantara/Indonesia. Negara adalah suatu organisasi dari sekelompok atau beberapa kelompok manusia yang sama-sama mendiami satu wilayah tertentu dan mengetahui adanya satu pemerintahan yang mengurus tata tertib serta keselamatan sekelompok atau beberapa kelompok manusia tersebut.
1.       Teori terbentuknya Negara              a. Teori hokum alam (Plato dan Aristoteles)
b. Teori Ketuhanan
c. Teori Perjanjian (Thomas Hobbes)
2.       Unsur Negara                                  a. Konstitutif
b. Deklaratif
3.       Bentuk Negara                                a. Negara Kesatuan
b. Negara Serikat

Sistem kenegaraan di Indonesia antara lain proses bangsa yang menegara, pemahaman hak dan kewajiban warga Negara, tanggung jawab warga Negara dan peran warga Negara. Demokrasi adalah sebuah bentuk kekuasaan (kratein), dari, oleh dan untuk rakyat (demos). Terdapat dua bentuk pemerintahan demokrasi yaitu pemerintahan monarkhi dan pemerintahan Republik. Menurut John Locke, pemerintahan Negara dipisahkan jadi 3 yaitu: Kekuasaan Legislatif, Kekuasaan Eksekutif dan Kekuasaan Federatif. Selanjutnya Montesque menyatakan bahwa pemerintahan Negara juga dipisahkan jadi 3 diantaranya : Legislatif, Eksekutif dan Yudikatif. 4 macam model system pemerintahan Negara yaitu: sistem pemerintahan diktator, sistem pemerintahan parlementer, sistem pemerintahan presidential dan sistem pemerintahan campuran.
Pancasila merupakan pandangan hidup dan jiwa bangsa, kepribadian bangsa, tujuan dan cita-cita  hukum bangsa dan Negara, serta cita-cita moral bangsa Indonesia. Pancasila sebagai dasar Negara mempunyai kedudukan yang pasti dalam penyelenggaraan pemerintahan Negara Indonesia.
Beberapa prinsip dasar pemerintahan Indonesia yang terdapat dalam UUD 1945 adalah bahwa Indonesia ialah Negara yang berdasar atas hukum (rechtstaat), sistem konstitusi, kekuasaan Negara tertinggi berada di tangan MPR, Presiden adalah penyelenggara pemerintah Negara yang tertinggi dibawah Majelis. Presiden tidak bertanggung jawab kepada DPR, menteri Negara ialah pembantu Presiden, menteri Negara tidak bertanggung jawab kepada DPR, dan kekuasaan kepala Negara tidak terbatas. Pembagian pemerintahan berdasarkan kewilayahan dan tingkat pemerintahan diantaranya adalah: pemerintah pusat, pemerintah wilayah dan pemerintah daerah. Demokrasi Indonesia adalah pemerintahan rakyat yang berdasarkan nilai-nilai falsafah pancasila atau pemerintahan dari, oleh dan untuk rakyat berdasarkan sila-sila pancasila. Paham yang dianut dalam sistem kenegaraan republik Indonesia adalah Negara kesatuan.
Kerangka dasar kehidupan nasional meliputi keterkaitan antara falsafah pancasila, UUD 1945, wawasan nusantara dan ketahanan nasional. Dan kerangka tersebut dipisahkan kembali menjadi 2 yaitu konsepsi hubungan antara pancasila dan bangsa, lalu pancasila sebagai landasan ideal Negara. Landasan hubungan UUD 1945 dan NKRI terbagi menjadi 6 bagian yaitu: pancasila sebagai ideologi Negara, UUD 1945 sebagai landasan konstitusi, implementasi konsepsi UUD 1945 sebagai landasan konstitusi, konsepsi pertama tentang pancasila sebagai cita-cita dan ideologi Negara, konsepsi UUD 1945 dalam mewadahi perbedaan pendapat dalam masyarakat dan konsepsi UUD 1945 dalam infra struktur politik.
Situasi NKRI terbagi dalam 3 periode, yaitu orde lama, orde baru dan reformasi. Orde lama berlangsung dari proklamasi kemerdekaan Indonesia tahun 1945 sampai tahun 1965. Digantikan oleh orde baru dari tahun 1965 sampai tahun 1998. Dan yang terakhir yaitu reformasi dari tahun 1998 sampai sekarang.

Minggu, 15 Januari 2012

Pemanfaatan SDA Untuk Bahan Bangunan Yang Ramah Lingkungan

Tuhan menciptakan dunia ini dengan sangat sempurna. Dan dibalik  kesempurnannya tersebut terdapat sumber daya alam yang melimpah. Hutan, samudera dan gunung ialah salah satu dari sekian banyaknya sumber daya alam yang tersedia di bumi ini. Hutan, menyimpan banyak sumber daya alam berupa tumbuhan. Segala jenis tumbuhan dapat ditemui di dalam hutan. Samudera juga memiliki sumber daya alam berupa makhluk hidup sejenis ikan dsb. Dan gunung menyimpan banyak sumber daya alam berupa pasir gunung.




Ketiga sumber daya alam tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah bangunan. Namun dalam pemanfaatannya sebagai bahan bangunan, kita juga tetap harus menjaga dan melestarikannya. Selain itu kita harus memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Kayu adalah masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat dalam membuat sebuah bangunan. Kayu yang berasal dari pohon yang terdapat di hutan disebut akan menyebabkan hutan gundul bila memakainya secara terus-menerus. Kayu banyak digunakan sebagai atap, tangga, kusen, daun pintu, dan jendela. Namun belakangan ini banyak inovasi muncul dengan keberadaan baja sebagai pengganti atap kayu, beton dan baja sebagai pengganti tangga kayu, lalu baja dan pvc sebagai pengganti kusen, daun pintu dan jendela.


Selain itu, bambu juga bisa menjadi alternatif untuk mengganti material dari bahan dasar kayu. seperti diketahui, bambu memiliki pertumbuhan yang cepat. jadi bisa dengan cepat tumbuh kembali setelah digunakan.



Pasir dari gunung juga digunakan dalam bangunan, pasir merupakan bahan utama dalam mendirikan sebuah bangunan. Campurannya dengan semen, kerikil dan air membuat sebuah cairan yang kaku sekaligus kuat yang biasa disebut beton. Beton banyak digunakan untuk dinding dari bangunan. Pemakaian pasir secara terus-menerus juga akan semakin mengikis pasir yang ada di gunung. Untuk bangunan rumah tinggal satu lantai, ada alternatif lain untuk mengurangi pemakaian pada dinding yaitu dengan menggunakan tanaman atau yang lebih dikenal dengan garden wall. atau menggunakan partisi atau sekat untuk dinding dalam rumah yang membatasi ruang. Namun untuk bangunan umum bertingkat dua atau lebih, solusi yang berkembang saat ini adalah dengan mengganti dinding bata, dengan menggunakan kaca-kaca besar yang hampir terpasang diseluruh dinding eksterior bangunan. Selain untuk memaksimalkan masuknya sinar matahari, kaca tersebut juga dapat meminimalisir penggunaan material pasir pada sebuah bangunan.

Sabtu, 14 Januari 2012

Bangun Berasama


Isu global warming yang sedang melanda dunia saat ini merupakan isu terbesar kedua didunia setelah perang dunia puluhan tahun yang lalu. Global warming merebak setelah es pada kutub utara yang perlahan mulai mencair, dan hutan di sejumlah negara makin berkurang yang menyebabkan kehidupan makhluk hidup perlahan ikut berkurang. Global warming banyak disebabkan oleh kesalahan manusia, diantaranya dengan menebang pohon di hutan. Dari banyak manusia yang melakukan penebangan hutan, Arsitek merupakan salah satu profesi yang ikut andil dalam perusakan lingkungan.


Hal ini belum terjamah oleh para arsitek di dunia sampai awal tahun 2000. Dalam rentang waktu tersebut lah Arsitek disebut-sebut juga turut menghancurkan dunia. Namun memasuki tahun 2000 barulah para arsitek dunia mulai sadar akan akibat yang ditimbulkan oleh penebangan hutan dimana-mana. Tindakan yang dilakukan para arsitek dunia adalah melakukan gerakan "Go Green". Yaitu sebuah langkah untuk bersama-sama menjaga lingkungan dimana mereka tinggal.

Go Green disebut-sebut akan menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi efek dari global warming. Langkah yang dilakukan untuk mendukung gerakan tersebut yaitu mendirikan bangunan yang berbahan ramah lingkungan, yaitu dengan tidak melakukan perusakan lingkungan dan menambah daerah hijau yang telah hilang berjuta hektar di dunia ini.

Go Green dilakukan dari lingkungan terkecil yaitu rumah dan sampai ke kota. Kota yang menggalakan program Go Green disebut-sebut kota yang hemat energi. Yaitu kota yang bersih, tertib, dan ramah lingkungan. Untuk mewujudkan kota yang hemat energi, diperlukan dukungan dari masyarakat luas. Dukungan tersebut berupa kesadaran masyarakat agar dapat menggunakan energi seperlunya dan tidak merusak lingkungan. Dipadu dengan program dari pemerintah tentang hemat energi.

Peranan masyarakat antara lain dengan berpergian menggunakan kendaraan umum atau menggunakan kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar, tidak membuang sampah sembarang, tidak melakukan penebangan hutan, dan masih banyak lagi yang harus dilakukan. Sementara peranan dari pemerintah sendiri, yaitu membuat hukum tentang hemat energi dan menyiapkan sanksi yang tegas apabila terdapat orang yang dengan sengaja melanggar peraturan tersebut.

Dengan melakukannya secara bersama akan dapat menciptakan kota yang hemat energi. Dan bila hal ini dapat dilakukan di setiap wilayah, ini akan dapat membantu dunia untuk meminimalisir dampak dari global warming.

Keindahan Ditengah Padatnya Ibukota



Jakarta merupakan ibukota dari  negara Indonesia. Kondisi kependudukan di kota ini sudah sangat padat dihuni oleh masyarakat. Dan hal ini menyebabkan semakin berkurangnya ruang terbuka di kota ini. Tetapi ditengah padatnya kehidupan di kota Jakarta, terdapat sebuah ruang terbuka di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Daerah tersebut lebih dikenal sebagai Taman Menteng.


Taman Menteng ini berukuran kurang lebih 153m x 165m. Taman yang terletak di tengah kota Jakarta ini hampir selalu ramai dikunjungi oleh warga sekitar.


Taman Menteng ini bisa dikatakan sebagai taman yang lengkap. Disini terdapat sebuah kolam yang berada ditengah dari dua taman utama dalam satu sumbu yang simetris. Keindahan taman dan kolam ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.


Selain taman dan kolam, Taman Menteng juga memiliki sebuah icon dari daerah tersebut yaitu rumah kaca yang berjumlah 2 buah.


Kehadiran rumah kaca diantara gedung-gedung pencakar langit di Jakarta merupakan sesuatu yang sangat jarang terlihat di kota-kota lainnya. Dan rumah kaca di Taman Menteng tersebut juga menjadi daya tarik utama pengunjung untuk mengunjunginya, selain kesegaran udara alami dari taman itu sendiri.






selain taman, kolam, dan rumah kaca, Taman Menteng ini juga memiliki jalur pedestrian yang cukup bagus. Baik dari segi penataan batu-batuannya maupun dari segi sirkulasi.


Suasana Taman Menteng di malam hari juga tidak kalah indahnya dengan di siang hari. Keindahan ini diperoleh dari bagusnya penataan pencahayaan di malam hari. Ini yang membuat warga sekitar juga bisa mengunjunginya di malam hari.





Dan dari uraian diatas dapat disimpulkan kalau Taman Menteng merupakan taman yang lengkap di ibukota Jakarta, yang terdiri dari satu kesatuan yang indah antara taman, kolam, rumah kaca, pedestrian, dan pencahayaan, sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan sejuk ketika kita mengunjunginya.

Rabu, 12 Oktober 2011

Kesempurnaan Interaksi Antar Bangunan Dan Lingkungan

          Pada posting kali ini yang bertajuk "Arsitektur dan Lingkungan", Saya mendapat sebuah rumah dan lingkungan disekitarnya yang saya rasa sangat ramah lingkungan. Rumah yang khusus saya akan komentari adalah sebuah rumah milik Dik Doank.







          Ya, rumah milik Dik Doank ini memiliki nilai lebih menurut saya. Rumah yang diberi nama "Jurank Doank" ini sangat ramah lingkungan dan bisa dikatakan sebagai rumah yang multifungsi. Selain fungsinya sebagai tempat tinggal, Jurank Doank ini juga memiliki fungsi lainnya. Diantaranya adalah sebagai tempat rekreasi warga sekitar, tempat acara formal, dan juga sebagai sarana belajar bagi anak-anak yang berada di lingkungan sekitar rumah Dik Doank. 
          Fungsi rumah tersebut sangat terlihat dalam gambar yang terlampir diatas. Pada gambar pertama, kita dapat melihat sebuah gambar yang sangat nyata, tentang fungsi Jurank Doank sebagai sarana belajar bagi anak-anak. Lingkungan yang asri, gazebo yang nyaman, dan juga gaya pembelajaran Dik Doank yang sangat menyayangi anak-anak menjadi senjata andalan tersendiri dari Dik Doank yang tidak ditmukan anak-anak ditempat lainnya.
           Pada gambar kedua, terlihat sekali fungsi lain dari Jurank Doank. Beberapa anak muda menjadikan rumah Dik Doank sebagai tempat berekreasi dan berkumpul. Begitu juga yang nampak pada gambar ketiga. Pada gambar tersebut, terlihat Dik Doank yang sedang membawakan sebuah acara yang berlangsung di area rumahnya. Dan digambar keempat, terdapat pula warung di sekitar Jurank Doank.     
           Selain memiliki beberapa fungsi, Jurank Doank ini pun memiliki penghawaan alami yang sangat sejuk dan asri. Letak rumah ini yang berada di daerah pegunungan memang sangat mendukung untuk hal tersebut. Jauh dari hiruk-pikuk kendaraan di perkotaan juga menjadi alasan tersendiri bagi Dik Doank untuk memilih tempat tersebut.
           Jurank Doank sendiri tidak hanya meupakan sebuah bangunan yang utuh dan luas, tetapi merupakan sebuah bangunan yang terbagi-bagi menjadi beberapa bagian menurut fungsi yang telah dijelaskan sebelumnya. Memang butuh tanah yang sangat luas untuk memiliki area lingkungan rumah dan posisi yang tinggi untuk memiliki rumah seperti Dik Doank. Tetapi lepas dari hal itu, sekali lagi rumah milik Dik Doank ini bisa jadi inspirasi bagi kita semua untuk memiliki hunian yang ramah lingkungan.