Senin, 02 April 2012

RANGKUMAN BAB II


Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara keanekaragaman memerlukan perekat dalam menyatukan bangsa dan Negara guna menjaga keutuhan Negara. Wawasan nasional adalah cara pandang suatu bangsa yang telah menegara tentang diri dan lingkungannya dalam eksistensi yang terhubung serta pembangunannya dalam bernegara di tengah-tengah lingkungannya baik nasional, regional maupun global.
 Wawasan nasional dibentuk dan dijiwai oleh paham kekuasaan dan geopolitik yang dianut oleh Negara yang bersangkutan.
1.                   Paham-paham kekuasaan
a.       Machiavelli (Abad XVII)
b.      Napoleon Bonaparte (Abad XVIII)
c.       Jendral Clausewitz (Abad XVIII)
d.      Fuerback dan Hegel (Abad XVII)
e.      Lenin (Abad XIX)
f.        Lucian W.Pye dan Sidney
2.                   Teori-teori Geopolitik (ilmu bumi politik)
a.       Frederich Ratzel
b.      Rudolf Kjellen
c.       Karl Haushofer
d.      Sir Halford Mackinder
e.      Sir Walter Releigh dan Alferd Thyer Mahan
f.        W.Mitchel, A Seversky, Giulio Douhet, J.F.C Fuller
g.       Nicholas J. Spykman
3.                   Dasar Pemikiran Wawasan Nasional Indonesia
a.       Pemikiran Berdasarkan Falsafah Pancasila
b.      Pemikiran Berdasarkan Aspek Kewilayahan
Luas wilayah Indonesia sekitar 5.176.800 km2. Ini berarti luas wilayah laut Indonesia lebih dari dua setengah kali luas daratannya. Sesuai dengan hukum laut Internasional yang telah disepakati oleh PBB tahun 1982. Wilayah perairan laut Indonesia dapat dibedakan tiga macam, yaitu zona laut territorial, zona landas kontinen dan zona ekonomi eksklusif.
c.       Pemikiran Berdasarkan Aspek Sosial Budaya
d.      Pemikiran Berdasarkan Aspek Kesejarahan

Wawasan nusantara menurut Prof. Dr. Wan Usman adalah cara pandang bangsa Indonesia mengenai dir dan tanah airnya sebagai Negara kepulauan dengan semua aspek kehidupan yang beragam. Sementara menurut kelompok kerja LEMHANAS 1999 wawasan nusantara adalah cara pandang dan sikap bangsa Indonesia mengenai diri dan lingkungannya yang serba beragam dan bernilai strategis dengan mengutamakan persatuan dan kesatuan bangsa serta kesatuan wilayah dalam menyelenggarakan kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara untuk mencapai tujuan nasional.

Unsur Dasar Wawasan Nusantara
a.       Wadah (Contour)
b.      Isi (Content)
c.       Tata Laku (Conduct)

Hakikat Wawasan Nusantara
Asas Wawasan Nusantara Terdiri Dari
a.       Kepentingan/Tujuan yang sama
b.      Keadilan
c.       Kejujuran
d.      Solidaritas
e.      Kerjasama
f.        Kesetiaan terhadap kesepakatan

Kedudukan Wawasan Nusantara fungsinya ialah sebagai pedoman, motivasi, dorongan, serta rambu-rambu dalam menentukan segala kebijaksanaan, keputusan, tindakan dan perbuatan.

Implementasi Wawasan Nusantara
a.       Implementasi Dalam Kehidupan Politik
b.      Implementasi Dalam Kehidupan Ekonomi
c.       Implementasi Dalam Kehidupan Sosial Budaya
Implementasi Dalam Kehidupan Pertahanan Dan Keamanan

Tidak ada komentar:

Posting Komentar