Minggu, 15 Januari 2012

Pemanfaatan SDA Untuk Bahan Bangunan Yang Ramah Lingkungan

Tuhan menciptakan dunia ini dengan sangat sempurna. Dan dibalik  kesempurnannya tersebut terdapat sumber daya alam yang melimpah. Hutan, samudera dan gunung ialah salah satu dari sekian banyaknya sumber daya alam yang tersedia di bumi ini. Hutan, menyimpan banyak sumber daya alam berupa tumbuhan. Segala jenis tumbuhan dapat ditemui di dalam hutan. Samudera juga memiliki sumber daya alam berupa makhluk hidup sejenis ikan dsb. Dan gunung menyimpan banyak sumber daya alam berupa pasir gunung.




Ketiga sumber daya alam tersebut dapat digunakan untuk membangun sebuah bangunan. Namun dalam pemanfaatannya sebagai bahan bangunan, kita juga tetap harus menjaga dan melestarikannya. Selain itu kita harus memilih bahan bangunan yang ramah lingkungan.

Kayu adalah masalah utama yang dihadapi oleh masyarakat dalam membuat sebuah bangunan. Kayu yang berasal dari pohon yang terdapat di hutan disebut akan menyebabkan hutan gundul bila memakainya secara terus-menerus. Kayu banyak digunakan sebagai atap, tangga, kusen, daun pintu, dan jendela. Namun belakangan ini banyak inovasi muncul dengan keberadaan baja sebagai pengganti atap kayu, beton dan baja sebagai pengganti tangga kayu, lalu baja dan pvc sebagai pengganti kusen, daun pintu dan jendela.


Selain itu, bambu juga bisa menjadi alternatif untuk mengganti material dari bahan dasar kayu. seperti diketahui, bambu memiliki pertumbuhan yang cepat. jadi bisa dengan cepat tumbuh kembali setelah digunakan.



Pasir dari gunung juga digunakan dalam bangunan, pasir merupakan bahan utama dalam mendirikan sebuah bangunan. Campurannya dengan semen, kerikil dan air membuat sebuah cairan yang kaku sekaligus kuat yang biasa disebut beton. Beton banyak digunakan untuk dinding dari bangunan. Pemakaian pasir secara terus-menerus juga akan semakin mengikis pasir yang ada di gunung. Untuk bangunan rumah tinggal satu lantai, ada alternatif lain untuk mengurangi pemakaian pada dinding yaitu dengan menggunakan tanaman atau yang lebih dikenal dengan garden wall. atau menggunakan partisi atau sekat untuk dinding dalam rumah yang membatasi ruang. Namun untuk bangunan umum bertingkat dua atau lebih, solusi yang berkembang saat ini adalah dengan mengganti dinding bata, dengan menggunakan kaca-kaca besar yang hampir terpasang diseluruh dinding eksterior bangunan. Selain untuk memaksimalkan masuknya sinar matahari, kaca tersebut juga dapat meminimalisir penggunaan material pasir pada sebuah bangunan.

Sabtu, 14 Januari 2012

Bangun Berasama


Isu global warming yang sedang melanda dunia saat ini merupakan isu terbesar kedua didunia setelah perang dunia puluhan tahun yang lalu. Global warming merebak setelah es pada kutub utara yang perlahan mulai mencair, dan hutan di sejumlah negara makin berkurang yang menyebabkan kehidupan makhluk hidup perlahan ikut berkurang. Global warming banyak disebabkan oleh kesalahan manusia, diantaranya dengan menebang pohon di hutan. Dari banyak manusia yang melakukan penebangan hutan, Arsitek merupakan salah satu profesi yang ikut andil dalam perusakan lingkungan.


Hal ini belum terjamah oleh para arsitek di dunia sampai awal tahun 2000. Dalam rentang waktu tersebut lah Arsitek disebut-sebut juga turut menghancurkan dunia. Namun memasuki tahun 2000 barulah para arsitek dunia mulai sadar akan akibat yang ditimbulkan oleh penebangan hutan dimana-mana. Tindakan yang dilakukan para arsitek dunia adalah melakukan gerakan "Go Green". Yaitu sebuah langkah untuk bersama-sama menjaga lingkungan dimana mereka tinggal.

Go Green disebut-sebut akan menjadi solusi yang tepat untuk mengurangi efek dari global warming. Langkah yang dilakukan untuk mendukung gerakan tersebut yaitu mendirikan bangunan yang berbahan ramah lingkungan, yaitu dengan tidak melakukan perusakan lingkungan dan menambah daerah hijau yang telah hilang berjuta hektar di dunia ini.

Go Green dilakukan dari lingkungan terkecil yaitu rumah dan sampai ke kota. Kota yang menggalakan program Go Green disebut-sebut kota yang hemat energi. Yaitu kota yang bersih, tertib, dan ramah lingkungan. Untuk mewujudkan kota yang hemat energi, diperlukan dukungan dari masyarakat luas. Dukungan tersebut berupa kesadaran masyarakat agar dapat menggunakan energi seperlunya dan tidak merusak lingkungan. Dipadu dengan program dari pemerintah tentang hemat energi.

Peranan masyarakat antara lain dengan berpergian menggunakan kendaraan umum atau menggunakan kendaraan yang tidak menggunakan bahan bakar, tidak membuang sampah sembarang, tidak melakukan penebangan hutan, dan masih banyak lagi yang harus dilakukan. Sementara peranan dari pemerintah sendiri, yaitu membuat hukum tentang hemat energi dan menyiapkan sanksi yang tegas apabila terdapat orang yang dengan sengaja melanggar peraturan tersebut.

Dengan melakukannya secara bersama akan dapat menciptakan kota yang hemat energi. Dan bila hal ini dapat dilakukan di setiap wilayah, ini akan dapat membantu dunia untuk meminimalisir dampak dari global warming.

Keindahan Ditengah Padatnya Ibukota



Jakarta merupakan ibukota dari  negara Indonesia. Kondisi kependudukan di kota ini sudah sangat padat dihuni oleh masyarakat. Dan hal ini menyebabkan semakin berkurangnya ruang terbuka di kota ini. Tetapi ditengah padatnya kehidupan di kota Jakarta, terdapat sebuah ruang terbuka di daerah Menteng, Jakarta Pusat. Daerah tersebut lebih dikenal sebagai Taman Menteng.


Taman Menteng ini berukuran kurang lebih 153m x 165m. Taman yang terletak di tengah kota Jakarta ini hampir selalu ramai dikunjungi oleh warga sekitar.


Taman Menteng ini bisa dikatakan sebagai taman yang lengkap. Disini terdapat sebuah kolam yang berada ditengah dari dua taman utama dalam satu sumbu yang simetris. Keindahan taman dan kolam ini merupakan satu kesatuan yang tidak bisa dipisahkan.


Selain taman dan kolam, Taman Menteng juga memiliki sebuah icon dari daerah tersebut yaitu rumah kaca yang berjumlah 2 buah.


Kehadiran rumah kaca diantara gedung-gedung pencakar langit di Jakarta merupakan sesuatu yang sangat jarang terlihat di kota-kota lainnya. Dan rumah kaca di Taman Menteng tersebut juga menjadi daya tarik utama pengunjung untuk mengunjunginya, selain kesegaran udara alami dari taman itu sendiri.






selain taman, kolam, dan rumah kaca, Taman Menteng ini juga memiliki jalur pedestrian yang cukup bagus. Baik dari segi penataan batu-batuannya maupun dari segi sirkulasi.


Suasana Taman Menteng di malam hari juga tidak kalah indahnya dengan di siang hari. Keindahan ini diperoleh dari bagusnya penataan pencahayaan di malam hari. Ini yang membuat warga sekitar juga bisa mengunjunginya di malam hari.





Dan dari uraian diatas dapat disimpulkan kalau Taman Menteng merupakan taman yang lengkap di ibukota Jakarta, yang terdiri dari satu kesatuan yang indah antara taman, kolam, rumah kaca, pedestrian, dan pencahayaan, sehingga menciptakan suasana yang nyaman dan sejuk ketika kita mengunjunginya.

Rabu, 12 Oktober 2011

Kesempurnaan Interaksi Antar Bangunan Dan Lingkungan

          Pada posting kali ini yang bertajuk "Arsitektur dan Lingkungan", Saya mendapat sebuah rumah dan lingkungan disekitarnya yang saya rasa sangat ramah lingkungan. Rumah yang khusus saya akan komentari adalah sebuah rumah milik Dik Doank.







          Ya, rumah milik Dik Doank ini memiliki nilai lebih menurut saya. Rumah yang diberi nama "Jurank Doank" ini sangat ramah lingkungan dan bisa dikatakan sebagai rumah yang multifungsi. Selain fungsinya sebagai tempat tinggal, Jurank Doank ini juga memiliki fungsi lainnya. Diantaranya adalah sebagai tempat rekreasi warga sekitar, tempat acara formal, dan juga sebagai sarana belajar bagi anak-anak yang berada di lingkungan sekitar rumah Dik Doank. 
          Fungsi rumah tersebut sangat terlihat dalam gambar yang terlampir diatas. Pada gambar pertama, kita dapat melihat sebuah gambar yang sangat nyata, tentang fungsi Jurank Doank sebagai sarana belajar bagi anak-anak. Lingkungan yang asri, gazebo yang nyaman, dan juga gaya pembelajaran Dik Doank yang sangat menyayangi anak-anak menjadi senjata andalan tersendiri dari Dik Doank yang tidak ditmukan anak-anak ditempat lainnya.
           Pada gambar kedua, terlihat sekali fungsi lain dari Jurank Doank. Beberapa anak muda menjadikan rumah Dik Doank sebagai tempat berekreasi dan berkumpul. Begitu juga yang nampak pada gambar ketiga. Pada gambar tersebut, terlihat Dik Doank yang sedang membawakan sebuah acara yang berlangsung di area rumahnya. Dan digambar keempat, terdapat pula warung di sekitar Jurank Doank.     
           Selain memiliki beberapa fungsi, Jurank Doank ini pun memiliki penghawaan alami yang sangat sejuk dan asri. Letak rumah ini yang berada di daerah pegunungan memang sangat mendukung untuk hal tersebut. Jauh dari hiruk-pikuk kendaraan di perkotaan juga menjadi alasan tersendiri bagi Dik Doank untuk memilih tempat tersebut.
           Jurank Doank sendiri tidak hanya meupakan sebuah bangunan yang utuh dan luas, tetapi merupakan sebuah bangunan yang terbagi-bagi menjadi beberapa bagian menurut fungsi yang telah dijelaskan sebelumnya. Memang butuh tanah yang sangat luas untuk memiliki area lingkungan rumah dan posisi yang tinggi untuk memiliki rumah seperti Dik Doank. Tetapi lepas dari hal itu, sekali lagi rumah milik Dik Doank ini bisa jadi inspirasi bagi kita semua untuk memiliki hunian yang ramah lingkungan.

Minggu, 29 Mei 2011

Manusia Dan Kegelisahan



Menurutom Sigmund Freud, kecemasan dibagi menjadi tiga macam, yakni : kecemasan tentang kenyataan/obyektif; kecemasan neurotis, dan kecemasan moril.
Dari ketiga macam kecemasan tersebut sebenarnya tidak ada perbedaan dari segi jenisnya. Semuanya mempunyai satu sifat yang sama, yaitu tidak menyenangkan dari mereka yang mengalaminya. Mereka (tiga macam kecemasan) hanya berbeda dalam hubungan sumbernya. Kecemasan tentang kenyataan, sumber dari bahaya itu terletak dalam dunia luar. Kecemasan neurotis, ancaman terletak dalam pemilihan obyek secara naluriah dari id. Kecemasan moril, sumber ancaman adalah hati nurani dari super ego.
Kecemasan tentang kenyataan adalah suatu pengalaman perasaan sebagai akibat pengamatan suatu bahaya dalam dunia luar. Bahaya adalah sikap keadan dalam lingkungan seserang yang mengancam untuk mencelakakannya. Pengalaman bahay dan timbulnya kecemasan mungkin dari sifat pembawaan, dalam arti kata bahwa seseorang mewarisi kecenderungan untuk menjadi takut kalau ia berada di dekat dengan benda- benda tertentu atau keadaan tertentu dari lingkungannya. Misalnya, ketakuatn terhadap kegelapan muangkin merupakan pembawaan dari generasi sebelumnya.
Rasa ketakutan atau kecemasan ini lebih mudah diperoleh selama masih bayi atau kanak- kanak, karena organisme yang masih muda lemah dalam menghadapi bahaya- bahaya dari luar dan sering kali dikuasai oleh ketakutan egonya belum berkembang sampai titik, dimana organisme dapat menguasai rangsangan- rangsangan yang jumlahnya berlebihan. Bayi yang baru lahir dihujani rangsangan- rangsangan yang berlebihan dari luar, yang mana selama dalam kandungan mendapat lindungan, sehingga menyebabkan bayi tidak siap sama sekali. Selama tahun- tahun permulaan bayi, banyak menghadapi keadaan lain yang sulit untuk dihadapinya, bila dalam kemudian hari mengancam hidupnya sampai keadaan tak berbahaya, bayi akan mencetuskan keadaan cemasnya. Itulah sebabnya kita perlu melindungi anak yang masih kecil terhadap pengalaman- pengalaman traumatic (pengalaman kecemasan).
Kecemasan neurotis (saraf), ditimbulkan oleh suatu pengamatan tentang bahaya dari naluriah. Kecemasan neurotis dapat dibedakan dalam tiga bentuk:
  1. bentuk kecemasan yang berkisar dengan bebas dan menyesuaikan dirinya dengan segera pada keadaan lingkungan yang kira- kira cocok. Kecemasan semacam ini menjadi sifat dari seseorang yang gelisah, yang selalu mengira bahwa sesuatu yang hebat akan terjadi.
  2. bentuk ketakutan yang tegang dan irasional (phobia). Sifat khusus dari pobia adalah bahwa, intensitit ketakutan melebihi proporsi yang sebenarnya dari objek yang ditakutkannya. Misalnya, seorang gadis takut memegang benda yang terbuat dari karet. Ia tidak mengetahui sebab ketakutan tersebut, setelah di analisis; ketika masih kecil dulu ia sering diberi balon oleh ayahnya, satu untuk dia dan satu untuk adiknya, sehingga ia mendapatkan hukuman yang keras dari ayahnya. Hukuman yang didapatnya dan perasaan bersalah menjadi terhubung dengan balon karet. Phobia juga dapat diperbesar leh kecemasan moril, oleh benda yang diinginkan tetapi ditakutkan adalah sesuatu yang mlanggar ideal dari super ego. Misalnya, seorang wanita mungkin merasakan suatu ketakutan irrasional untuk diperkosa karena sebenarnya ia ingin mendapatkan serangan seksual tapi super egonya memberontak terhadap keinginan ini. Ia takut terhadap hati nuraninya sendiri.
  3. reaksi gugup atau setengah gugup, reaksi ini munculnya secara tiba-tiba tanpa adanya provokasi yang tegas. Reaksi gugup ini adalah perbuatan meredakan diri yang bertujuan untuk membebaskan seserang dari kecemasan neurotis yang sangat menyakitkan dengan jalan melakukan sesuatu yang dikehendaki oleh id. Meskipun ego dan super ego melarangnya.
Kecemasan neurotis selalu berdasarkan kecemasan tentang kenyataan, dalam arti kata bahwa seseorang harus menghubungkan suatu tuntutan naluriah dengan bahaya dari luar sebelum ia belajar merasa takut terhadap naluri- nalurinya. Selama suatu peredaran naluriah tidak berakhir dengan suatu hukuman, orang tidak usah merasa takut terhadap cathexis byek dari naluri- naluri. Akan tetapi, karena perbuatan yang impulsif membawa seseorang kedalam suatu kesulitan, ia pun menyadari bagaimana berbahayanya naluri itu. Tamparan, pukulan dan lain- lain bentuk hukuman menunjukkan pada seoorang anak, bahwa pemuasan naluri secara impulsif menuju kepada suatu keadaan yang tidak menyenangkan. Anak akan mendapat kecemasan neurotis kalau ia dihukum karena bertindak secara impulsif.
Kecemasan moril, merupakan suatu perasaan bersalah atau malu dalam ego, yang ditimbulkan oleh suatu pengamatan mengenai bahaya dari hati nurani. Hati nurani sebagai wakil di dalam tubuh dari kekuasaan orang tua mengancam untuk menghukum seseorang karena sesuatu perbuatan atau pikiran yang melanggar tujuan yang sempurana dari ego yang ideal yang diletakkan di dalam kepribadian oleh orang tua. Sebagaimana halnya.dengan kecemasan neurotis,sumber kecemasan moril terletak dalam struktur kepripadian,dan sebagaimana halnya dengan kecemasan neurotis,orang tidak dapat melepaskan diri dari perasaan bersalah dengan jalan melarikan diri dari padanya.
Kecemasan moril mempunyi ikatan yang erat dengn kecemasan neurtis,karena musuh-musuh utama dari super ego adalah pemilihan obyek dari id.Adalah suatu ironi dari penghidupan orang yang berakhlaq. Sebab dari pada ini ialah bahwa karena hanya berfikir untuk melakukan sesuatu yang buruk saja telah menjadikan orang yang berakhlaq merasa malu. Seseorang yang banyak melakukan penguasaan diri sudah pasti akan banyak memikirkan tentang godaan dari naluri-naluri,karena ia tidak menemukan Saluran yang lain untuk keinginan-keinginan nalurinya. Rang yang kurang berakhlaq tidak memiliki superego yang demikian kuatnya,sehingga ia tidak lebih mungkin merasakan gangguan dari hati nuraninya,kalau ia berfikir atau berbuat sesuatu yang tidak sesuai dengan kode moril.
Kecemasan adalah peringatan pada ego,bahwa ia berada dalam bahaya. Dalam hal kecemasan obyektif,jika seseorang tidak mengindahkan peringatan itu,sesuatu yang buruk akan terjadi pada dirinya. Dengan memberikan perhatian atas peringatanitu,seseorang mungkin dapat menghindarkan kecelakaan yang akan terjadi.baik dalam kecemasan neurotis maupun kecemasan,bahaya terletak di dunia luar dan juga bukan luka berupa sesuatu luka- luka badan atau kekurangan jasmaniah yangdi takutkan orang.
Perasaan bersalah pada hakekatnya mungkin menjadi demikian tidak tertahannya,sehingga orang yang bersalah dapat berbuat sesuatu untuk mengundang hukuman dari sumber di luar untuk menghilangkan perasaan bersalahnya dan mencapai kelegaan. Tekanan yang terus menerus dari kecemasan neurotis mugkin menyebabkan seseorang menjadi kehilangan akalnya dan melakukan sesuatu yang sangat impulsif. Akibat dari perbuatan impulsif ini di anggap kurang menyakitkan pada kecemasan itu sendiri. Kecemasan neurotis dan moril bukan saja merupakan tanda bahaya untuk ego, tetapi kecemasan itu sendiri adalah suatu bahaya.
Manusia diciptakan oleh tuhan dengan segala sifat yang paling sempurna diantara makhluk yang ada di bumi ini, sifat itu adalah cipta, rasa dan karsa. Tetapi dengan adanya sifat itu manusia menjadi tamak, loba, kikir, iri, dengki, dsb, apabila manusia tidak dapat mengatur , menguasai, atau mengekang hawa nafsunya ataupun bertindak yang negatif.
Sifat tamak, kikir, iri, dan dengki adalah sifat yang sangat tidak terpuji baik dihadapan sesama mannusia apalagi dihadapan Tuhan pencipta alam dan isinya. Dengan adanya sifat ini manusia akan mengalami rasa khawatir, takut, cemas, bahkan putus asa.
Bagi manusia yang menyadari akan hal ini, perasaan tersebut di atas dipandangnya sebagai penyakit kejiwaan yang sangat tidak menyenangkan bagi meanusi tersebut, sehingga dengan bekal kesadarannya tersebut ia berusaha untuk mengeluarkan perasaan cemasnya dari dalam dirinya. Perasaan- persaan cemas, gelisah, khawatir, benci, dongkol, dan perasaan negatif lainnya sangat sukar untuk diberantas. Perasaan- perasan itu demikian hebatnya sehingga bisa mendesak dan mengusir pikiran- pikiran kita yang tentram dan senang, segar dan damai.
Biasanya orang yang mengalami sulit untuk memikirkan hal-hal yang perlu untuk dilaksanakan dalam mengurangi rasa kecemasan tersebut, untuk itulah perlu melakukan perbuatan yang tanpa banyak memerlukan pikiran,dengan berbuat demikian orang akan menjadi sibuk,sehingga rasa cemas ataupun khawatir dalam pikirnya akan terlupakan.Hal ini sesuai dengan pendapat dari James L. Mursell,Guru besar dalam mata pelajaran Pedagogi pada sekolah guru di Columbia,dengan jitunya mengatakan: “Anda akan digoda oleh kecemasan,ketakutan,kekhawatiran tidak selamanya anda asyik dan sibuk,akan tetapi setelah selesai dengan pekerjaan anda,pada saat itulah angan-angan anda menjadi liar dan anda akan merenungkan hal-hal yang bukan-bukan yang gila-gila dan setiap kesalahan tampak besar-besar seperti gunung.Motor jiwa kita berkutat untuk membebaskan diri dari rasa khawatir ialah kesibukan dan mengerjakan sesuatu yang konstrukif atau membangun”.Dengan kesibukan yang tiada hentinya fisik manusia akan mengalami kelelahan ataupun keletihan,sehingga tinggal memerlukan istirahat atau tidur yang tenang dan nyenyak tanpa memikirkan lagi terhadap masalahnya,yaitu kecemasan.
Ada suatu cara lain yang mungkin juga baik untruk digunakan dalam mengatasi kecemasan tersebut dengan memerlukan sedikiyt pemikiran yaitu,pertama kita menanyakan pada diri kita sendiri (instropeksi),akibat yang paling buruk yang bagaimanakah yang akan kita tanggung atau yang akan terjadi,mengapa hal itu terjadi,apa penyebabnya dan sebagainya.apabila kita dapat menganalisa akibat yang akan ditimbulkan oleh kecemasan tersebut dan bila kita tidak dapat mengatasinya,kita dapat mempersiapkan diri untuk menghadapinya,karena tidak semua pengalama di dunia ini menyenangkan.Yang ke2,kita bersedia menerima akibatnya dengan rasa tabah dan senang hati niscaya kecemasan tersebut akan sirna dari jiwa kita.dan yang ke3,dengan bersamaan berjalannya waktu kita dapat mencoba untuk memperkecil dan mengurangi keburukan-keburukan akibat timbulnya kecemasan tersebut dalam jiwa kita.
Ada suatu cara paling ampuh dalam menghadapi segala situasi dan kondisi yang bagaimanapun termasuk kecemasan ini yaitu kita berdoa kepada tuhan dengan sungguh-sungguh sabar,tabah,senang dan ikhlas,sehingga ia mau mengabulkan permhonan kita dari perasaan kecemasan ini,sebab tuhan adalah yang paling Maha Pemurah,Maha Pengampun,Maha Pengasih dan Maha Penyayang bagi umatnya yang mau berdoa dan memohon kepadanya.
Dalam kehidupan ini setiap manusia mempunyai harapan-harapan dan setiap manusia mempunyai hak untuk itu,tidak seorang pun dapat menghalanginya.Untuk mencapai harapan-harapan itu manusia berusaha,yang mungkin usahanya itu dengan mengorbankan apa saja dengan kata lain manusia berusaha dengan sekuat tenaga,setelah berusaha maka orang-orang itu dengan gelisah menunggu dan menanti bagaimana hasil usaha mereka,sesuaikah dengan apa yang mereka korbankan,berhasilkah atau mereka harus kecewa karena gagal.
Seringkali dalam menungu hasil-hasil usaha mereka,mereka itu tidak sabar,hati mereka tidak tentram,tidak damai dan lain sebagainya sampai-sampai mereka jarang menggunakan akal sehatnya.Untuk itu disini kami akan mencoba memberi uraian mengapa kita gelisah,mengapa kita merasa khawatir,mereka tidak tentram dan hati kita berdebar dalam menuggu di samping itu pula akan di uraikan mengapa dan apa penyebabnya kita merasa demikian serta bagaimana cara menanggulangi kegelisahan dan kekhawatiran yang kita alami.Disini kami mencoba memberikan gambaran cara penecahan rasa gelisah yang mungkin dialami,sebab seringkali orang yang mengalami kegelisahan menanggulangi atau menyalurkan dengan hal-hal yang bersifat negatif. Sudah tentu cara-cara ini tidak benar, hal ini terjadi karena dalam pemecahan masalah ini mereka tidak menggunakan akal sehat, dengan kata lain emosi dan ratio mereka tidak stabil lagi dan kadang-kadang malah emosi mereka lebih menonjol sehingga tindakan- tindakan mereka tidak terkontrol. Di samping itu juga kegelisahan dan kekhawatiran ini dialami oleh setiap orang hidup dan mempunyai harapan.
Mengapa kita menjadi gelisah?
Setiap orang siapa pun orangnya itu, baik mereka yang tingkat sosialnya tinggi, yang sosialnya sedang ataupun yang tingkat sosialnya rendah, seperti pejabat-pejabat, orang-orang kaya, para pegawai negeri, kuli-kuli bangunan, kuli-kuli pasar, tukang-tukang becak sampai pada pengemis-pengemis, mereka pasti mempunyai harapan-harapan dan cita-cita, sudah tentu sesuai dengan dengan kemampuan dan jangkauan pikiran mereka.
Dan karena cita-cita dan harapan-harapan itulah mereka berusaha untuk mencapainya dan setiap orang berhak untuk itu dengan demikkian tidak seorangpun dapat melarang dan menghalangi seseorang untuk mencapai cita-citanya. Dari usaha-usaha mereka untuk mencapai apa cita-cita dan apa harapan mereka,suatu saat mereka akan menunggu jawaban dari hasil jerih payah mereka, apakah cita-cita dan harapan-harapan mereka itu akan tercapai atau gagal dan mereka harus kecewa.
Sering orang dengan tidak sabar sesuatu yang menjadi harapan mereka seperti halnya pengalaman yang dialami oleh seorang teman penulis yang menunggu seorang temannya yang telah menjanjikan akan menjemputnya untuk menghadiri suatu pesta ulang tahun teman lainnya bersama-sama.Mereka berjanji bahwa pada pukul 06.30 mereka akan bertemu di rumah saya untuk bersama-sama menuju ke rumah teman yang berulang tahun, tetapi entah karena apa katakanlah si penjemput tidak datang pada waktunya yang telah disepakati bersama.Dengan gelisah teman penulis menunggu si penjemput,tentu saja di iringi dengan dugaan-dugaan sedikit cemas dan hati berdebar memikirkan apa gerangan yang terjadi pada si penjemput.Walaupun ia telah berusaha merintang waktu dengan membaca majalah ataupun koran yang memang tertumpuk di meja tamu sambil mendengarkan nyanyian dari tape recorder,tetapi semua itu tidak dapat menentgramkan hatinya,dan suatu saat ia mondar-mandir antara pintu luar dan ruang tamu untuk melihat jangan-jangan ada yang menjemputnya saat itu.
Karena ia sudah memperkirakan tak ada yang mungkin diajak pergi ke pesta ulang tahun temannya lagi,walaupun dengan agak kecewa,dan sedikit mendongkol akhirnya teman saya itu tidak jadi pergi ke ulang tahun temannya itu. Entah mungkin karena keinginannya yang tak tercapai, mungkin karena kecewa tak jadi bergembira mengahadiri pesta ulang tahun, atau karena cenas memikirkan apa yang terjadi pada sipenjemput sehingga sipejemput tidak datang, hatinya tidak tenteram, merasa cemas, jangan-jangan terjadi sesuatu pada sipenjemput, merasa bersalahdan malu karena tidak hadir pada pesta ulang tahun temanya sampai-sampai teman penulis tidak bisa tidur, karena gelisah menyelimutinya malam itu.
Lain cerita lagiyang sering penulis jumpai di rumah-rumah sakit baik itu rumah sakit umum maupun rumah sakit bersalin, seringkali kita temukan dirimah sakit bersalin musalnya seorang bapak sebentar-sebentar melihat ke pintu dimana seorang ibu hamil sedang melahirkan putranya atau mungkin tanpa disadari seorang bapak telah beberapa kali berjalan mondar-mandir didepan sebuah pintudan kadang-kadang seorang bapakmuda dengan gelisahnya menunggu sampai-sampai tanpa disadari ia telah menghisap berbatang-batang rokok tanpa istirahat sedikitpun ia merokokterus dan apabila terdengar jeritan tangis ia sedikit terkejut dan entah perasaan apa yang meliputinya lagi,apa lagi ia menantikan kelahiran putranya yang pertama. Dan bila pintu di depanya terbuka dengan cepat ia menyongsongnya, ia akan bertanya-tanya terkabulkah harapanya?
Satu cerita lagi yang mungkin dapat menerangkan bahwa setiap manusia dapat mengalamin kecemasan, keresahan hati dan diliputi dengan rasa khawatir serta hati yang tidak tenteram. Sudah dikatakan tadi bahwa hal tersebut dialami oleh semua lapisan masyarakat seperti misalnya gelandangan-gelandangan yang bermukim dibawah-bawah jembatan-jembatan atau diderah-daerahyang terlarang untuk tempat tinggal sehingga mungkin mengganggu keindahan kota atau karena bahaya bagi jiwa mereka.
Bagaimanapun mereka adalah saudara-saudara kita yang tak mampu, mereka membangun rumah-rumah dari kardus- kardus untuk berlindung dari hujan dansengatan matahari, sudah barang tentu mereka tentumereka ingin dan berharapan untuk dapat bermukim disitu lebih lama dan walaupun demikian merasa selalu cemas, setiap saat mereka gelisah jangan-jangan turun hujan dan banjir sehingga gubuk-gubuk mereka terbawa arus lalu mereka haris berlindung di mana, di saat matahari teerik menyinari bumi.
Dari cerita-cerita yang penulis kemukakan dapat diketahui bahwa siapapun dapaat gelisah hal tersebut terjadi karena mungkin disebabkan harapan-harapan mereka tak terpenuhi, karena menunggu sesuatu,seperti menunggu jawaban apakah harapannya tercapai,menunggu giliran imunisasi anak-anak kecil dimana imunisasi itu sering diadakan pada sekolah-sekolah dasar yang pernah juga penulis alami,menunggu kelahiran anak pertama,menunggu hukuman dari ibunya,pada anak kecil yang merasa bersalah karena melakukan sesuatu yang dilarang oleh ibunya seperti bermain-main hujan sampai bajunya basah atau menunggu pengumuman apakah diterima di perguruan tinggi.
Seringkali karena hasil suatu pekerjaan tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan seperti halnya apa yang telah dialami oleh insinyur perintis industri alat-alat conditioning dan mengepalai perusahaan Carrier Corporation,insinyur ini bernama Cattier.Pada suatu ketika ia mendapat tugas memasang alat pembersih gas pada suatu pabrik PITSBURGH PLATE-GLASS Company di Crystal City yaitu suatu pabrik yang bernilai berjuta-juta dollar.
Alat itu dimaksudkan untuk membersihkan gas,dapat menyala terus tanpa mengotori mesin.Setelah pemasangan alat itu memang dapat bekerja tetapi tidak sesuai dengan apa yang diinginkan.Dengan adanya peristiwa itu Cattier sangat merasa seolah-olah kepalanya dipukul dengan benda yang sangat kerasnya.Hal itu karena diliputi oleh rasa bersalah,ia merasa semua bergoncang tidak ada yang beres,begitu gelisah dan khawatirnya sampai-sampai dia tak dapat tidur karena ia merasa tindakannya tidak sesuai dengan etika.Bisa juga orang merasa bersalah yang terus menerus seolah-olah ia dikejar oleh rasa bersalah itu.Seperti cerita seorang pengendara mobil yang di luar dugaannya ada seorang yang menyebrang jalan sehingga ia tak dapat menguasai kendali mobilnya dan terjadilah kecelakaan itu,ia membuat si korban cacat seumur hidup,walaupun si korban telah berdamai tetapi si pengendara terus menerus dikejar rasa bersalah.Hal tersebut begitu menakutkan sampai si pengendara takut mengendarai mobil dalam jangka waktu begitu lama.Setiap ia mengendarai mobil ia takut jangan-jangan peristiwa itu terjadi lagi.
Untuk merintang waktu dalam mengendalikanrasa gelisah sementara untuk melepaskan suasana hati yang tidak tentram ada yang mengisi waktu dengan kegiatan seperti membaca,merokok,mempermainkan suatu benda.Semua tindakan itu tidak dapat menentramkan kegelisahan yang kita alami secara tuntas.semua tindakan itu hanya dalam menghilangkan rasa gelisah sementara kita hanya dapat melupakan kegelisahan itu sejenak tetapi ada juga orang yang sama sekali tidak dapat melupakan kegelisahan walaupun hanya sejenak,sehingga kegelisahan tercermin pada air muka gerak-gerik tindakannya tidak teratur,bicaranya cepat dan kadang-kadang tidak sesuai dengan apa yang dimaksud sehingga kawan bicaranya itu bingung.Tetapi contoh-contoh di atas dapat kita sadari apapun kegelisahan itu tidak akan dapat menyelesaikan suatu masalah atau menghalau situasi buruk apapun dengan baik.

Manusia dan Tanggung Jawab Serta Pengabdian

Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian

Pada penulisan saya kali ini, topik yang akan sedikit saya bahas adalah tentang “Manusia dan Tanggung Jawab serta Pengabdian. Here we go!Actually, masih banyak bentuk dan macam pengabdian yang ada di dunia ini. Berdasarkan yang dikutip dari Arianto Cahyadi’s Blog, macam-macam pengabdian itu dibagi dalam beberapa bentuk, yaitu: Seperti yang kita ketahui, setiap manusia yang ada di seluruh muka bumi ini memiliki tanggung jawab masing-masing yang dipikulnya. Setiap kita melakukan sesuatu pasti akan ada suatu hal yang harus dipertanggung jawabkan. Sama halnya dengan pengabdian, ketika seseorang harus melaksanakan tanggung jawabnya, maka ia dituntut untuk melakukan pengabdian. “Mengabdi” merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara tanpa pamrih secara tulus (pengorbanan). Sebagai contoh, jika kita melihat ke masa lalu pada masa kekerajaan, rakyat senantiasa selalu mengadi pada rajanya. Sebagai bentuk pengabdian mereka, apa saja yang diucapkan raja pasti akan dilakukan oleh rakyatnya dan itu merupakan tanggung jawab terhadap rajanya. Sebagai contoh lain, kita sebagai anak yang baik harus berbakti (mengabdi) kepada orangtua kita. Orang tua adalah orang yang telah membesarkan kita, mereka menginginkan yang terbaik untuk kita. Oleh karena itu, sudah seharusnyalah kita anak (manusia) mengabdi kepada orang tua kita, misalnya dengan cara menuntut ilmu yang tinggi, dan itu juga merupakan tanggung jawab kita untuk membahagian orang tua kita.
  • Pengabdian terhadap Tuhan yang Maha Esa

Shalat merupakan bentuk pengabdian terhadap Tuhan Yang Maha Esa
yaitu penyerahan diri secara penuh terhadap Tuhan dan merupakan perwujudan tanggung jawabnya yang juga diikuti oleh pengorbanan. Contoh: Umat Islam melaksanakan shalat lima waktu dalam sehari, melakukan zakat, melaksanakan kurban dan sebagainya, itu semua tidak lain adalah untuk pengabdian kepada Tuhan yang Maha Esa.
  • Pengabdian kepada masyarakat

Melakukan penghijauan bisa dilakukan oleh mahasiswa/i sebagai bentuk pengabdian
ini timbul karena manusia dibesarkan dan hidup dalam masyarakat, sehingga sebagai perwujudan tanggung jawabnya kemudian melakukan pengabdian juga pengorbanan. Contoh: Seorang mahasiswa yang telah lulus, kemudian berusaha memajukan pendidikan di desanya dengan mendirikan sekolah, walaupun tanpa imbalan apapun, ia lakukan demi kemajuan desanya.
  • Pengabdian kepada raja

Menjadi selir istri dari raja merupakan bentuk pengabdian kepada kerajaan
yaitu suatu penyerahan diri secara ikhlas kepada rajanya, karena dianggap yang melindunginya, walaupun sekarang jarang terjadi. Contoh: Seorang gadis dengan suka rela dijadikan selir oleh rajanya.
  •  Pengabdian kepada negara
timbul karena seseorang merasa ikut bertanggung jawab terhadap kelestarian (kelangsungan) negara dan demi persatuan kesatuan bangsa. Contoh: Dalam usaha merebut kembali Irian Barat dari penjajah Belanda, banyak pemuda yang mendaftarkan diri menjadi sukarelawan.
  •  Pengabdian kepada harta

Terkadang manusia salah mengabdi, yaitu kepada harta
ini terjadi karena seseorang memandang bahwa harta yang menghidupinya, sehingga tindakan-tindakannya semata-mata demi harta. Kadang-kadang ia tanpa menyadari justru mengorbankan dirinya untuk mempertahankan hartanya, yang akhirnya tidak dapat menikmati hartanya.
  •  Pengabdian kepada keluarga
ini timbul karena keinginan untuk membahagiakan keluarga dengan terpenuhinya kebutuhan secara lahir dan batin secara layak.
Sebagai kesimpulan, ada banyak sekali bentuk pengabdian yang dilakukan oleh setiap manusia dan setiap pengabdian tersebut memiliki tanggung jawabnya masing-masing. Oleh karena itu, sudah saatnya kita tau apa yang menjadi tanggung jawab kita dan bagaimana cara untuk pengabdiannya.

Jumat, 22 April 2011

MANUSIA DAN PANDANGAN HIDUP

A. PENGERTIAN PANDANGAN HIDUP
Setiap manusia mempunyai pandangan hidup. Pandangan hidup itu bersifat kodrati. Karena itu is menentukan masa depan seseorang. Untuk itu perlu dijelaskan pula apa anti pandangan hidup. Pandangan hidup artinya pendapat atau pertimbangan yang dijadikan pegangan, pedoman, arahan, petunjuk hidup di dunia. Pendapat atau pertimbangan itu merupakan hasil pemikiran manusia berdasaikan pengalaman sejarah menurut waktu dan tempat hidupnya.
Pandangan hidup banyak sekali macamnya dan ragamnya. Akan tetapi pandangan hidup dapat diklasifikasikan berdasaikan asalnya yaitu terdiri dari 3 macam :
(A) Pandangan hidup yang berasal dari agama yaitu pandangan hidup yang mutlak kebenarannya
(B) Pandangan hidup yang berupa ideologi yang disesuaikan dengan kebudayaan dan norms yang terdapat pada negara tersebut.
(C) Pandangan hidup hasil renungan yaitu pandangan hidup yang relatif kebenarannya.
B. CITA-CITA
Menurut kamus umum Bahasa Indonesia, yang disebut cita-cita adalah keinginan, harapan, tujuan yang selalu ada dalam pikiran. Baik keinginan, harapan, maupun tujuan merupakan apa yang mau diperoleh seseorang pada masa mendatang.
Apabila cita-cita itu tidak mungkin atau belum mungkin terpenuhi, maka cita-cita itu disebut angan-angan.
Antara masa sekarang yang merupakan realita dengan masa yang akan datang sebagai ide atau cita-cita terdapat jarak waktu. Dapatkah seseorang mencapai apa yang dicita-citakan, hal itu bergantung dari tiga faktor.
- Faktor manusia
- Faktor kondisi
- Faktor tingginya cita-cita
C. KEBAJIKAN
Kebajikan atau kebaikan atau perbuatan yang mendatangkan kebaikan pada hakekatnya sama dengan perbuatan moral, perbuatan yang sesuai dengan nonna-norrna agama dan etika.
Manusia berbuat baik, karena menurut kodratnya manusia itu baik, mahluk bermoral. Atas dorongan suara hatinya manusia cenderung berbuat baik
Manusia adalah seorang pribadi yang utuh yang terdiri atas jiwa dan badan.
Manusia merupakan mahluk sosial: manusia hidup bermasyarakat, manusia saling membutuhkan, saling menolong, saling menghargai sesama anggota masyarakat. Sebaliknya pula saling mencurigai, saling membenci, saling merugikan, dan sebagainya.
Sebagai mahluk pribadi, manusia dapat menentukan sendiri apa yang baik dan apa yang buruk. Baik buruk itu ditentukan oleh suara hati. Suara hati adalah semacam bisikan di dalam hati yang mendesak seseorang, untuk menimbang dan menentukan baik buruknya suatu perbuatan, tindakan atau tingkah laku.
Faktor-faktor yang menentukan tingkah laku setiap orang ada tiga hal:
Pertama faktor pembawaan (heriditas) yang telah ditentukan pada waktu seseorang masih dalam kandungan.
Faktor kedua yang menentukan tingkah laku seseorang adalah lingkungan (environ¬ment).
Faktor ketiga yang menentukan tingkah laku seseorang adalah pengalaman yang khas yang pemah diperoleh.
D. USAHA / PERJUANGAN
Usaha/perjuangan adalah kerja keras untuk mewujudkan cita-cita. Setiap manusia hams kerja keras untuk kelanjutan hidupnya. Sebagian hidup manusia adalah usaha/perjuangan. Perjuangan untuk hidup, dan ini sudah kodrat manusia. Tanpa usaha/perjuangan, manusia tidak dapat hidup sempuma. Apabila manusia bercita-cita menjadi kaya, ia hams kerja keras. Apabila seseorang bercita-cita menjadi ilmuwan, ia hams rajin belajar dan tekun serta memenuh semua ketentuan akademik.
Kerja keras itu dapat dilakukan dengan otak/ilmu maupun dengan tenaga/jasmani, atau dengan kedua-duanya.
Untuk bekerja keras manusia dibatasi oleh kemampuan. Karena kemampuan terbatas itulah timbul perbedaan tingkat kemakmuran antara manusia satu dan manusia lainnya. Kemampuan itu terbatas pada fisik dan keahlian/ketrampilan.
E. KEYAKINAN / KEPERCAYAAN
Keyakinan/kepercayaan yang menjadi dasar pandangan hidup berasal dari akal atau kekuaasaan Tuhan. Menurut Prof. Dr.Harun Nasution, ada tiga aliran filsafat, yaitu aliran naturalisme, aliran intelektualisme, dan aliran gabungan.
(a) Aliran Naturalisme
Hidup manusia itu dihubungkan dengan kekuatan gaib yang merupakan kekuatan tertinggi. Kekuatan gaib itu dari natur, dan itu dari Tuhan.
(b) Aliran intelektualisme
Dasar aliran ini adalah logika / akal. Manusia mengutamakan akal. Dengan akal manusia berpikir.
(c) Aliran Gabungan
Dasar aliran ini ialah kekuatan gaib dan juga akal. kekuatan gaib Minya kekuatan yang berasal dari Tuhan, percaya adanya Tuhan sebagai dasar keyakinan.
F. LANGKAH-LANGKAH BERPANDANGAN HIDUP YANG BAI1K.
Manusia pasti mempunyai pandangan hidup walau bagaimanapun bentuknya. Bagaimana kita memeperlakukan pandangan hidup itu tergantung pada orang yang bersangkutan. Ada yang memperlakukan pandangan hidup itu sebagai sarana mencapai tujuan dan ada pula yang memperlakukaan sebagai penimbul kesejahteraan, ketentraman dan sebagainya.
pandangan hidup sebagai sarana mencapai tujuan dan cita-cita dengan baik. Adapun langkah-langkah itu sebagai berikut :
(1) Mengenal
(2) Mengerti
(3) Menghayati
(4) Meyakini
(5) Mengabdi